Senin, 25 Oktober 2021

Menjawab Pertanyaan Dari Kelompok 2

Soal! 

1. Untuk bahasa asing dalam sebuah buku cerita atau novel dan majalah lainya apakah harus di tulis miring? Jelaskan alasannya! 

2. Gabungan kata dapat menimbulkan kesalahan pengertian, bagaimana cara agar gabungan kata tersebut tidak disalahartikan? Berikan contohnya! 

3. Menurut kalian, apakah akronim dapat memperkaya atau malah merusak bahasa Indonesia?


Jawaban

1. miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing. 

Misalnya: 

Upacara peusijuek (tepung tawar) menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh. 

Weltanschauung bermakna 'pandangan dunia'. 

Catatan: 

- Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring. 

- Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah.

- Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa daerah yang dikutip secara langsung dalam teks berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring.

Catatan:

• PUEBI 2015 menggunakan frasa bahasa daerah atau bahasa asing, sedangkan pedoman ejaan sebelumnya memakai frasa bukan bahasa Indonesia. 

• PUEBI 2015 menambahkan catatan bahwa nama diri dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring.


2. Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian, sehingga perlu ditambah dengan tanda hubung (-) di antara unsurnya.

Contoh 1:

Andi ke toko buku membeli buku sejarah-baru.

Kata ‘buku sejarah-baru’ bukanlah merujuk pada buku sejarah yang baru, melainkan buku yang isinya membahas tentang sejarah baru.

Contoh 2:

Anak-istri pejabat itu baru saja datang beberapa menit yang lalu.

Kata ‘anak-istri pejabat’ merujuk pada artian anak dan istri dari pejabat tersebut.


3. Menurut saya, Akronim dapat merusak dan memperkaya bahasa indonesia

Akronim dapat memperkaya bahasa indonesia apabila dilakukan dengan baik dan berhati hati dengan tetap memperhatikan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, jika hal ini dilakukan maka akronim dapat memperkaya bahasa Indonesia,

Namun, Akronim juga dapat merusak bahasa indonesia jika pembuatannya hanya dilakukan dengan berorientasi pada penyingkatan, bukan penyampaian pesan yg tepat dan baik kepada masyarakat, jika demikian hal nya bahasa Indonesia akan gagal menjalankan fungsinya karna pesannya tidak tersampaikan dengan baik.


Minggu, 17 Oktober 2021

Menjawab Pertanyaan dari kelompok 1

1. Sebutkan Lahirnya bahasa Indonesia secara politis dan yuridis? 


2. Jelaskan implikasi praktis bahasa Indonesia? 


3. Tuliskan alur perkembangan sistem ejaan bahasa Indonesia?


jawaban


1. Secara politis Bahasa Indonesia sudah lahir sejak 28 Oktober 1928 saat Bahasa Indonesia diikrarkan sebagai bahasa persatuan.  Secara yuridis Bahasa Indonesia lahir pada 18 Agustus 1945 ketika UUD 1945 resmi diundangkan yaitu pada pasal 36 UUD 1945 telah disebutkan bahwa bahasa negara adalah Bahasa Indonesia. Kemudian pada saat itulah perkembangan Bahasa Indonesia dimulai dengan sangat pesat, setelah kemerdekaan barulah dibuat sistem ejaan sendiri yaitu ejaan republik yang hingga saat ini berkembang menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ( PUEBI ). Hal ini menjadikan Bahasa Indonesia memiliki ciri  yang berbeda dengan bahasa melayu meskipun secara sejarah bahasa melayu merupakan satu rumpun dengan Bahasa Indoesia.


2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna kata implikasi adalah keterlibatan atau suasana terlibat. Sehingga setiap kata imbuhan berasal dari implikasi seperti kata berimplikasi atau mengimplikasikan yakni berarti membawa jalinan keterlibatkan atau melibatkan dengan suatu hal. Berarti implikasi praktis adalah keterlibatan atau suasana terlibat dalam bentuk yang lebih praktis atau singkat


3. Sejarah ejaan Bahasa Indonesia diawali dengan ditetapkannya Ejaan van Ophuijsen pada 1901. Ejaan ini menggunakan huruf Latin dan sistem ejaan Bahasa Belanda yang diciptakan oleh Charles A. van Ophuijsen. Ejaan van Ophuijsen berlaku sampai dengan tahun 1947. Ejaan Republik berlaku sejak tanggal 17 Maret 1947.

Menjawab Pertanyaan Dari Kelompok 11

Soal 1 Sebutkan pengertian surat menurut para ahli? 2. Apa saja jenis-jenis surat ? 3. penempatan tata cara penulisan surat yang baik dan be...