Kamis, 25 November 2021

Menjawab Pertanyaan Dari Kelompok 6

1. Carilah pengertian paragraf menurut Oshima dan Hogue!

2. Sebutkan 9 ciri-ciri paragraf!

3. Sebutkan 4 syarat kualitas retorik untuk menentukan paragraf yang komunikatif menurut McCrimon!

Jawaban

1. Menurut Oshima dan Hogue (1983:1), paragraf adalah satuan dasar tulisan yang di dalamnya terdapat sekolompok kalimat yang saling berhubungan dalam mengembangkan satu gagasan utama.


2. (1) paragraf merupakan kesatuan gagasan; 

(2) paragraf hanya mengandung satu pikiran atau gagasan pokok; 

(3) paragraf juga mempunyai pikiran penjelas yang berfungsi memperinci atau memperjelas gagasan pokok; 

(4) paragraf terdiri atas kalimat-kalimat: kalimat topik mewakili gagasan pokok dan kalimat-kalimat penjelas mewakili pikiran penjelas; 

(5) paragraf hanya memiliki satu kalimat topik, sedangkan kalimat penjelas boleh lebih dari satu; 

(6) paragraf memiliki kalimat yang jumlahnya relatif, sesuai dengan tujuan paragraf tersebut; 

(7) paragraf merupakan bagian dari karangan yang lebih besar, tetapi banyak persamaannya dengan karangan yang utuh; 

(8) paragraf berfungsi memudahkan pembaca memahami isi tulisan secara keseluruhan; 

(9) paragraf diawali oleh indentasi.


3. (1) kepadaan (completeness), 

(2) keutuhan (unity), 

(3) keurutan (order), dan 

(4) kepaduan (coherence) (McCrimon, 1963: 69—95).

Kamis, 11 November 2021

Menjawab Pertanyaan Dari Kelompok 5

SOAL!

1. Apa itu konstituen dasar dan intonasi final, berikan contohnya!

2. Jelaskan perbedaan antara hubungan. koordinasi (majemuk setara) dan hubungan suboordinasi (majemuk bertingkat) !

3. Berikan contoh-contoh kriteria kelugasan suatu kalimat (Menurut Chaer)!

Jawaban

1. -Konstituen Dasar

Konstituen dasar kalimat biasanya berupa klausa yang di dalamnya terdapat unsur-unsur minimal sebuah kalimat, yakni unsur subjek (S) dan unsur predikat (P).

Contoh : Ibu Masak

               S      P


- Intonasi Final

Adalah perubahan pola nada yang dihasilkan pembicara pada waktu akhir mengucapkan ujaran atau bagian - bagiannya

Contohnya :

Ibu pergi ke pasar.

Ibu pergi ke pasar?


2. Hubungan koordinasi ini menggabungkan 2 klausa atau lebih, klausa tersebut merupakan klausa inti, tidak membentuk hierarki karena klausa yang satu bukanlah bagian dari klausa yang lain.

Sedangkan Hubungan Suboordinasi menunjukan hubungan yang hierarkis, yakni menggabungkan 2 klausa atau lebih secara bertingkat berfungsi sebagai klausa utama dan klausa bawahan.


3. (1) Kalimat efektif menyatakan sesuatu apa adanya

Contohnya.

Penelitian ini berjudul Manfaat ASI bagi Bayi Prematur.

(2) Kalimat efektif harus hemat kata

Contohnya.

Hadirin dimohon berdiri.

(3) Kalimat efektif tidak bermakna kias

Contohnya.

Para koruptor itu telah mengambil uang rakyat.

(4) Kalimat efektif bebas dari ketaksaan

Contohnya.

Tahun ini SPP dinaikkan untuk mahasiswa baru.

(5) Kalimat efektif harus logis

Contohnya.

Lalu lintas di jalan menuju puncak Bogor macet

Jumat, 05 November 2021

Menjawab Pertanyaan Dari Kelompok 4

 SOAL!

1. Jelaskan apa itu kata dan istilah, lalu jelaskan apa keterkaitannya!

2. Jelaskan mengapa sumber kata meliputi meliputi bahasa melayu, daerah, dan luar!

3. Tuliskan 10 kata yang menurut kamu adalah kata konkret dan abstrak!

JAWABAN!

1. Kata atau ayat Kata merupakan satuan bahasa yang mempunyai arti atau satu pengertian. Dalam bahasa Indonesia kata adalah satuan bahasa terkecil yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam suatu kalimat.

   Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan suatu makna, konsep proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

   2 Hal ini saling berkaitan karna istilah sendiri secara arti merupakan suatu bentuk dari gabungan beberapa kata

2. Pada mulanya, butir ketiga dalam Sumpah Pemuda tidak mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dalam Kongres Pemuda Pertama yang berlangsung 30 April–2 Mei 1926, Muhammad Yamin, yang nantinya menjadi Sekretaris Panitia Kongres Pemuda Kedua pada 28 Oktober 1928, membahas tentang masa depan bahasa-bahasa Indonesia dan kesusastraannya.

Pada kongres pemuda pertama yang memakai bahasa Belanda, Muhammad Yamin menyatakan hanya ada dua bahasa, yakni Jawa dan Melayu, yang berpeluang menjadi bahasa persatuan. Namun, Yamin yakin bahasa Melayu yang akan lebih berkembang sebagai bahasa persatuan. Pernyataan Yamin ini "diamini" Djamaludin, Sekretaris Panitia Kongres Pemuda Pertama. 

Alhasil, peserta kongres saat itu sepakat menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Namun, Mohammad Tabrani Soerjowitjitro menentang. “Bukan saya tidak menyetujui pidato Yamin. Jalan pikiran saya ialah tujuan bersama, yaitu satu nusa, satu bangsa, satu bahasa,” ujar Tabrani, seperti yang ia tulis dalam buku 45 Tahun Sumpah Pemuda seperti dilansir Laporan Khusus Majalah Tempo edisi 2 November 2008.

Menurut Tabrani, kalau nusa itu bernama Indonesia, bangsa itu bernama Indonesia, “Maka bahasa itu harus disebut bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu, walaupun unsur-unsurnya Melayu.” Pendapat ini diterima Yamin dan Djamaludin. Keputusan menetapkan bahasa persatuan itu pun ditunda dan akan dikemukakan lagi dalam Kongres Pemuda Kedua. Sayangnya, ketika kongres kedua berlangsung, Tabrani dan Djamaludin sedang berada di luar negeri.

Selain tak sepakat dengan penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, Tabrani juga disebut-sebut berperan mengubah rumusan Sumpah Pemuda. Sewaktu disepakati, sumpah itu, terutama butir ketiga, berbunyi: “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Rumusan populer sekarang: “mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia”.

Menurut Peneliti asal Australia, Keith Foulcher, dalam buku Sumpah Pemuda, Makna dan Proses Penciptaan Simbol Kebangsaan Indonesia (Komunitas Bambu, cetakan II, 2008), pergeseran itu tidak terjadi begitu saja. Foulcher merujuk pada Kongres Bahasa 1938. 

Ketika itu, kata Foulcher, Tabrani menyampaikan topik "Mendorong Penyebarluasan Bahasa Indonesia". Saat itu Tabrani berargumen bahwa bahasa Indonesia tidak beroposisi terhadap bahasa daerah, tapi merepresentasikan "Sumpah Kita". Ia kemudian menyampaikan satu rumusan baru: 

Kita bertoempah tanah satu, jaitoe tanah Indonesia,

Kita berbangsa satoe, jaitoe bangsa Indonesia,

Kita berbahasa satoe, jaitoe bahasa Indonesia


3. Contoh :

Kata konkret

1. Sepeda Motor

2. Pesawat Terbang

3. Lemari

4. Ibu

5. Bapak

6. Baju

7. Makanan

8. Lampu

9. Gitar

10. Uang


Kata abstrak

1. Indah

2. Cinta

3. Bebas

4. Cantik

5. Bagus

6. Semangat

7. Sedih

8. Bahagia

9. Kharisma

10. Pesona

Menjawab Pertanyaan dari Kelompok 3

 SOAL!

1. Bagaimana jika tanda seru dan tanda tanya digunakan secara tidak tepat?

2. Sebutkan fungsi dari titik koma, tanda pisah, dan tanda kurung!

3. Jelaskan unsur serapan bahasa indonesia berdasarkan taraf integrasinya!

Jawaban

1. Jika penggunaan tanda seru dan tanda tanya digunakan secara tidak tepat maka akan ada kesalahan dalam mengartikan kalimatnya, dan makna penyampaian nya pun akan berbeda, sebagai contoh :

Ibu pergi ke pasar. (Memiliki arti yaitu memberitahu kepada si pembaca bahwa ibu pergi ke pasar)

Ibu pergi ke pasar! (Memiliki arti yaitu memberi perintah kepada Ibu untuk pergi ke pasar)

Ibu pergi ke pasar? (Kalimat ini memiliki arti yaitu bertanya apakah ibu pergi ke pasar?)

Jadi penggunaan tanda seru dan tanda tanya yang salah dapat memengaruhi arti kalimatnya juga.

2. - Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;)

    1) Memisahkan Bagian Kalimat

    Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.

    Contoh:

    - Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai.

    2) Memisahkan Kalimat Setara

    Tanda ini bisa dipakai sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat yang masih setara        dalam kalimat majemuk.

    Contoh:

    Ibu memasak di dapur; Nanda menonton TV di ruang tamu.

    Penggunaan Tanda Baca Pisah (—)

    1) Membatasi Penyisipan Kata

    Jika ada pembatasan penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar                konteks kalimat, maka digunakan tanda pisah.

    Contoh:

    Kesuksesan itu—saya yakin akan tercapai—harus diperjuangkan oleh dirinya sendiri.

    2) Tanda Pisah Dua Bilangan

    Tanda pisah dipakai juga di antara dua bilangan/tanggal yang menunjukkan arti “sampai”

    Contoh:

    - 2019 – 2020

    - Medan, 13 – 20 Januari 2015

    - Bandung – Surabaya

    3) Penegasan Keterangan Aposisi

    Tanda pisah bisa dipakai untuk penegasan keterangan aposisi (keterangan lain) sehingga kalimat            menjadi lebih jelas.

    Contoh:

    Anggota komunitas itu – Shabrina, Devi, dan Nanda – sudah memberi dampak positif yang cukup        besar bagi lingkungan sekitarnya.

    Penggunaan Tanda Baca Kurung (())

    1) Mengapit Angka

    Kamu bisa memakai tanda baca kurung untuk digunakan mengapit angka atau huruf yang merinci        suatu urutan.

    Contoh:

    Harta kekayaannya meliputi (a) logam mulia, (b) properti, dan (c) saham.

    2) Mengapit Huruf

    Tanda kurung dipakai mengapit huruf atau kata yang kemunculannya di kalimat dapat dihilangkan.

    Contoh:

    Pendaki amatiran tidak diperkenankan untuk mendaki sampai (puncak) Mahameru.

    3) Mengapit Keterangan

    Kamu juga bisa menggunakan tanda kurung untuk mengapit keterangan/penjelasan yang bukan            bagian pokok dari sebuah kalimat.

    - Bukti tersebut (lihat halaman 109) mendukung pernyataannya bahwa dalam melakukan teknik             negosiasi harus dilakukan secara serius.

    4. Tambahan Keterangan

    Untuk menjelaskan keterangan yang berupa abreviasi, digunakan pula tanda kurung.

    Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) telah mengeluarkan kebijakan                    penggunaan meterai 10000 dalam dokumen berharga.

3. Berdasarkan taraf integrasi tersebut, unsur serapan bahasa Indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu: 

  - Unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia.

    Serapan semacam ini baik dari segi bentuk kata, maupun pelafalannya masih menggunakan bahasa        asing. 

    Secara konteks serapan jenis ini sudah masuk dalam kebahasaan Indonesia. 

    Contoh: cum laude, off side, reshuffle, goceng, shuttle cock, gocap, de facto, dan sebagainya.

  - Unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. 

    Serapan ini sudah mendapat pengaruh kuat dari bahasa Indonesia. Sehingga ejaannya diubah                mengikuti pelafalan dalam bahasa Indonesia. 

    Namun bentuk asli dari bahasa asing ini tidak sepenuhnya hilang. Perubahan ejaan hanya terjadi pada     suku kata tertentu. 

    Contoh: octaaf menjadi oktaf, biology menjadi biologi, television menjadi televisi, dan sejenisnya.

  - Unsur yang sudah lama terserap dalam bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah ejaannya. 
    Serapan ini muncul karena intensitas pemakaian bahasa asing tertentu cukup tinggi. 

    Karena sering digunakan, masyarakat terbiasa mendengar kata tersebut, maka ejaannya pun            terpengaruh sepenuhnya dengan bahasa Inonesia. Serapan janis ini erat kaitannya dengan 
    epistimologi atau asal usul kata. 

    Contoh: pedal, otonomi, sadel, dongkrak, oligarki, politik, dan lainnya.

Menjawab Pertanyaan Dari Kelompok 11

Soal 1 Sebutkan pengertian surat menurut para ahli? 2. Apa saja jenis-jenis surat ? 3. penempatan tata cara penulisan surat yang baik dan be...